Skip to main content

Teks Naskah Narasi Drama Penyaliban Yesus Kristus


Drama Penyaliban Yesus Kristus
HKBP Pembatuan Resort Pekanbaru
Distrik XII Riau
-Sekolah Minggu, 01 April 2018-

Yesus di taman Getsemani
Narator                      : Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia memberikan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan mendapat hidup yang kekal. Nubuat tentang Anak Manusia yang mati di kayu salib telah digenapi.
Setelah Yesus bersama muridNya melakukan perjamuan malam, pergilah Yesus bersama-sama dengan muridNya itu ke Bukit Zaitun. Disitu ada sebuah taman bernama Getsemani. Dan Ia masuk ketaman itu bersama dengan Petrus yang disebut Simon, Yohanes dan Yakobus.
Yesus              :” Berdoalah supaya kamu jangan jatuh kedalam pencobaan”
(Yesus pergi agak menjauh dari mereka, dan Ia berlutut dan berdoa)
Yesus                :”Ya Bapa, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari padaKu, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki”
(Setelah itu Yesus kembali mendapati muridNya sedang tidur)
Yesus                :”Simon, sedang tidurkah engkau? Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku? Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan. Sebab Roh memang penurut tetapi daging lemah”.
(Murid nya terbangun, Lalu Yesus pergi kekedua kalinya dan kembali berdoa)
Yesus                :”Ya Bapa Ku, jika cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila aku meminumnya. Jadilah kehendakMu.”
Narator           : Yesus kembali dan mendapati muridNya sedang tertidur, sebab mata mereka sudah berat. Ia membiarkan mereka disitu lalu Ia berdoa untuk ketiga kalinya dan mengucapkan doa itu juga. Yesus semakin bersungguh berdoa. PeluhNya  menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah. Lalu Yesuspun bangkit dari doaNya dan kembali pada murid-muridNya
Yesus                :”Tidurlah sekarang dan istirahatlah. Lihatlah, saatnya sudah tiba. Bahwa Anak Manusia diserahkan ketangan orang-orang berdosa. Bangunlah, marilah kita pergi, Dia yang menyerahkan Aku sudah dekat”

Yesus di tangkap
Yudas yang sudah bermufakat dengan iman-iman kepala untuk menyerahkan Yesus datang ketempat itu bersama para prajurit dan penjaga bait Allah diperintahkan oleh iman-iman besar. Dan Yudas yang disebut Iskariot seorang dari 12 murid itu, telah memberikan tanda kepada mereka ‘orang yang akan kucium, itulah Yesus’
(Yudas datang mendekati Yesus. Suasana mencekam karena para prajurit datang dengan membawa pedang)
Yudas               :”Salam Rabi” (mencium Yesus)
Yesus                :”Yudas, engkau menyerahkan Anak Manusia dengan ciuman?”
(Para prajurit memegang dan mengkap Yesus, ditengah penangkapan itu, Petrus mengulurkan tangannya mengambil pedang prajurit itu, Petrus menghunuskan pedangnya kepada hamba Iman Besar yang bernama Malkhus itu sehingga putus telinganya)
Yesus                :”Sarungkan pedangmu itu! Sebab barang siapa menggunakan pedang akan binasa oleh
                           pedang”
(Yesus menjamah telinga hamba Imam Besar itu dan menyembuhkannya)
Yesus                :”Sangkamu Aku ini penyamun? Maka kamu datang lengkap dengan pedang dan pentung untuk menangkap Aku? Padahal tiap-tiap hari Aku duduk mengajar di Bait Allah, dan kamu tidak menangkap Aku?”
(Yesus ditangkap dan dibawa pergi oleh prajurit itu, lalu semua murid itu meninggalkan Dia dan melarikan diri)

Yesus dihadapan Mahkamah Agung
Narator           : Sesudah mereka menangkap Yesus, mereka membawaNya menghadap Kayafas Iman Besar. Disitu telah berkumpul ahli-ahli Taurat, tua-tua bangsa Yahudi dan orang banyak. Petrus yang disebut Simon mengikuti dari jauh dan masuk kedalam halaman Imam Besar dan disana ia duduk melihat diantara pengawal-pengawal.
(Orang-orang banyak mengolok-ngolok Yesus. ”Dia pembohong! Dia mengajarkan ajaran sesat! Dia pembohong! Dia mengaku sebagai raja! Dia mengaku sebagai Mesias!”).
Orang Banyak 1         :” Orang ini berkata ‘Dia dapat merubuhkan Bait Allah dan membangunnya kembali dalam 3 hari!’
Kayafas            :”Tidakkah Engkau memberi jawab atas tuduhan-tuduhan saksi-saksi ini terhadap Engkau?”
(tetapi Yesus tetap diam dan orang-orang terus mengolok-ngolok Dia)
Kayafas            :”Demi Allah yang hidup, katakanlah kepada kami, apakah Engkau Mesias? Apakah Engkau Anak Allah atau tidak?”
Yesus                :”Engkau telah mengatakannya. Akan tetapi Aku berkata kepadamu ‘mulai sekarang engkau akan melihat Anak Manusia duduk disebelah kanan Yang Mahakuasa, dan datang diatas awan-awan dilangit”
(Kayafas Imam Besar itu marah dan mengoyakan pakaiannya)
Kayafas            :”Ia menghujat Allah! Untuk apa kita perlu saksi lagi? Sekarang kamu dengar hujatNya terhadap Allah”
Orang banyak : “Ia harus dihukum mati! Ia harus dihukum mati!”
Narator           : Orang-orang banyak mulai memukul dan meludahi Yesus dan tetap terus mengolok-ngolok Dia. Sementara itu Petrus duduk diluar memperhatikan dari kejauhan apa yang telah terjadi terhadap Yesus, dan pada saat itu, datanglah seorang hamba perempuan menghampiri Petrus
Hamba perempuan    :”Engkau juga selalu bersama-sama Yesus orang Galilea itu” (menunjuk Petrus)
Petrus              :”aku tidak tahu apa yang engkau maksud”
(Simon Petrus  berlari ketakutan menjauhi perempuan itu)
Hamba lain 1   :”Orang ini bersama Yesus orang Nazaret itu”
Petrus              :”Aku tidak kenal orang itu”
(Simon Petrus kembali berlari ketakutan menjauhi orang itu)
Hamba lain 2   :”Sungguh, orang ini juga bersama-sama dengan Dia. Sebab ia juga orang Galilea”
Petrus              :”Aku tidak kenal orang itu!” (sambil berteriak)
(sound : suara kokok ayam. Petrus menangis sejadi-jadinya karena tersadar dan teringat akan ucapan Yesus)
Narator           :Demikianlah Simon Petrus menyangkal Yesus tiga kali sebelum ayam berkokok.

Yesus dihadapan Pilatus
Narator                      : Semua Imam Kepala dan tua-tua bangsa Yahudi mengambil keputusan untuk membunuh Yesus. Mereka membelenggu Yesus dan membawaNya dan menyerahkanNya kepada Pilatus, wali negeri itu.
(dihadapan Pilatus)
Orang banyak1          :”Telah kedapan oleh kami, bahwa orang Ini menyesatkan bangsa kami”
Orang banyak2          :”Dan Ia juga melarang kami membayar pajak pada Kaisar”
Orang banyak3          :”Dia menyebut diriNya Raja orang Yahudi, Sang Mesias Anak Allah”
(orang-orang banyak menyebutkan tuduhan itu dihadapan Pilatus)
Pilatus             :”Engkaukah raja orang Yahudi?”
Yesus              :”engkau sudah mengatakannya”
(orang-orang banyak menyebutkan tuduhan secara bergantian dihadapan Pilatus, dan Yesus tidak menjawab tuduhan orang banyak itu)
Pilatus              :”Tidakkah Engkau memberi jawab? Lihatlah betapa banyaknya tuduhan mereka terhadap Engkau”
(tetapi Yesus sama sekali tidak menjawab sehingga Pilatus merasa heran)
Pilatus              :”Apakah aku seorang Yahudi? bangsaMu sendiri telah menyerahkan Engkau kepadaku. Apakah yang telah Engkau perbuat?”
Yesus                :”KerajaanKu bukan dari dunia ini, jika kerajaanKu dari dunia ini, pasti hamba-hambaKu telah melawan, supaya Aku jangan diserahkan kepada orang Yahudi. Akan tetapi kerajaanku bukan dari sini”
(Pilatus berbicara kepada orang banyak)
Pilatus              :”Aku tidak mendapati kesalahan apapun pada orang ini”
Orang banyak1          :”Ia menghasut rakyat dengan ajaranNya. Ia memulai dari Galilea dan sudah sampai kesini!”
Orang-orang banyak :”Ya betul, hukum Dia!!”
Narator           : Telah menjadi kebiasaan bagi Wali Negri untuk membebaskan satu orang hukuman pada tiap-tiap hari raya Paskah itu menurut permintaan orang banyak. Dan pada saat itu adalah seorang yang bernama Barabas sedang dipenjarakan bersama pemberontak lainnya karena ia telah melakukan pembunuhan dalam pemberontakan.
Pilatus              :”Aku tidak mendapati kesalahan apapun padaNya. Tetapi pada kamu ada kebiasaan bahwa pada Paskah, aku membebaskan seorang bagimu. Maukah kamu supaya aku membebaskan raja orang Yahudi ini bagimu? Aku akan menghajarnya kemudian melepasNya”
Orang banyak :”Enyahkanlah Dia!! Lepaskanlah Barabas bersama kami!”
(Prajurit mengeluarkan Barabas dari penjara dan membawanya menghadap Pilatus)
Pilatus              :”Siapakah diantara kedua ini, yang kamu kehendaki kubebaskan bagiMu?
Orang banyak2          :”Bebaskan Barabas! Bebaskan Barabas! 
Pilatus              :”Jika begitu, apakah yang harus kuperbuat dengan Yesus yang disebut Kristus ini?”
Orang banyak :”Salibkan Dia!! Salibkan Dia!!”
Pilatus              :”Tetapi apa kejahatan yang telah dilakukanNya?”
Orang banyak :(semakin keras) “Salibkan Dia!! Salibkan Dia!!”
(Ketika Pilatus meilhat bahwa segala usahanya akan sia-sia dan menimbulkan kekacauan. Lalu ia membasuh tangannya dihadapan orang banyak itu)
Pilatus : (membasuh tangannya) “Aku tidak bersalah terhadap darah orang ini, itu urusan kamu sendiri”
Orang banyak            :”Biarlah darahNya ditanggungkan atas kami dan atas anak-anak kami!”
(lalu Barabas dibebaskan dan Yesus disesah disiksa untuk disalibkan. Para Serdadu-serdadu mengenakan jubah ungu kepadaNya dan memberikan mahkota Duri diatas kepalaNya)
Serdadu         :”Salam hai raja orang Yahudi”
(Serdadu-serdadu memukul kepalaNya dengan buluh dan meludahiNya dan berlutut menyembahNya.
Sesudah mengolok-ngolok Dia, mereka menanggalkan jubah itu dari padaNya kemudian mereka membawa Ia untuk disiksa dan dicambuk)
(Yesus menjalani siksaan cambukkan)
Narator                      : Yesus Kristus memulai segala penderitaanNya, Ia diolok-olok, dicambuk, disiksa untuk dosa-dosa manusia. Selesai menyiksa menyambuk Yesus, serdadu-serdadu mengenakan kayu salib untuk dibawa Yesus ke bukit Golgota atau disebut bukit Tengkorak bersama dua orang penjahat yang ikuy disalibkan bersama-sama dengan Dia
(Orang-orang banyak mengikuti Yesus berjalan membawa salibNya keatas bukti Tengkorak)

Yesus perjalanan ke bukit Golgota
(Yesus sambil dicambuk dan didorong oleh prajurit dengan membawa salib dibahu, dan tiba-tiba Yesus terjatuh ke tanah, melihat keadaanNya, seorang prajurit memangil seorang laki-laki bernama Simon yang berasal dari Kirene yang pada saat itu berada disitu untuk membantu Yesus memikul salibNya.
Kemudian Yesus terjatuh kembali , dan seorang perempuan datang menghampiri memberikan kain untuk membersihkan darah yang ada diwajah Yesus, prajurit yang melihat itu langsung mengusir perempuan itu, dan Yesus dibantu Simon dari Kirene kembali memikul salibNya sampai ke bukit Tengkorak atau dalam bahasa Ibrani “Golgota”.

Yesus di Bukit Golgota
Narator : Yesus pun sampai dibukit yang bernama Golgota, "Di sana mereka melepas pakaian-Nya dan menyalibkan Dia."
[Para prajurit melepas jubah ungu Yesus dan jubah luar-Nya dan membaringkan Dia di sebuah palang dan memaku tangannya dengan palu. Yesus mengerang; para pengikut-Nya sedih dan meratap. Para prajurit meletakkan tulisan di atas-Nya.]
Narator:
"Di atas kepala Yesus mereka letakkan sebuah tulisan `Inilah Yesus Raja Orang Yahudi`."
[Isak tangis terus berlanjut.]
Narator:
"Di kaki salib Yesus ada Maria ibu Yesus, Maria istri Kleopas, Yohanes, dan Maria Magdalena. Para prajurit membaca tulisan di salib Yesus. Pilatus menuliskannya dalam bahasa Latin, Ibrani, dan Yunani."

Prajurit 1: "Selamatkanlah diri-Mu sendiri jika Kamu adalah Raja orang Yahudi!"

Prajurit 2: "Ya, turunlah dari salib itu jika Kamu memang pembuat mukjizat!"

Yesus: "Bapa, ampunilah mereka; mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat."

[Para prajurit menyalibkan penjahat 1; ketika penjahat 1 berbicara mereka menyalibkan penjahat 2.]

Narator: "Bersama dengan Dia, mereka juga menyalibkan dua penjahat, satu di sebelah kiri-Nya dan satu di sebelah kanan-Nya."

Penjahat 1: "Kata-Mu Kamu adalah Mesias! Selamatkanlah diri-Mu sendiri dan kami!"

Penjahat 2: "Apakah engkau tidak takut pada Tuhan? Dia sekarat seperti kita. Kita adalah penjahat .... Tetapi Dia tidak melakukan kejahatan apa pun. Yesus, ingatlah aku ketika Engkau sampai di Kerajaan-Mu."

Yesus: "Hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus."

Narator: "Yesus melihat ibu-Nya di kaki salib-Nya. Di sampingnya berdirilah salah satu murid-Nya."

Yesus: [Kepada Maria, pelan dan menahan sakit.] "Ibu, inilah Anakmu ...." [Berhenti sebentar dan memandang dalam-dalam murid-Nya.] "Dia sekarang adalah ibumu."

[Isak tangis terdengar lebih keras dan berangsur-angsur menghilang.]

Narator: "Para prajurit membagi jubah-Nya dan mengundi untuk mendapatkan jubah itu."

[Para prajurit mengundi dan bertaruh dengan suara pelan.]

Narator: "Mereka yang lewat di tempat itu menggelengkan kepala dan mengolok- olok Yesus."

[Orang 1 dan 2 masuk.]

Orang 1: "Kata-Mu, Engkau akan merubuhkan Bait Allah dan akan membangunnya kembali dalam tiga hari."

Orang 2: "Selamatkanlah diri-Mu sendiri jika Engkau adalah Anak Allah! Turunlah dari salib itu!"

Yesus: "Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?"

Yohanes: "Ia memuji Allah dengan ucapan seperti yang tertulis dalam Kitab Suci."
Orang 1: "Dia memanggil Elia."
Yesus: "Aku haus."
Orang 2: "Tunggu dulu! Janganlah kita menyembuhkan kesakitan-Nya dengan anggur yang murah. Kita lihat saja apakah Elia akan datang untuk menyelamatkan Dia."

Yesus: "Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku. [Berhenti sejenak] Sudah selesai."

[Orang 1 dan 2 keluar, isak tangis terdengar lebih keras dan berangsur-angsur menghilang.]

Narator:
"Karena hari itu sudah hampir petang dan hari itu adalah persiapan salah satu hari Sabat terkudus dalam kalender orang Yahudi, para prajurit mematahkan kaki salah satu penjahat supaya dia mati dan kemudian kaki penjahat yang lainnya."
[Suara kayu yang dipukulkan pada kayu, bisa juga suara erangan dan suara itu diulang tiga kali.]
Narator:
"Namun, ketika mereka sampai pada Yesus, mereka melihat Dia sudah mati dan mereka tidak mematahkan kaki-Nya. Namun, salah satu prajurit menikamkan tombak ke lambung-Nya. Yusuf, orang kaya dari Arimatea, menghadap Pilatus dan meminta izin untuk menguburkan mayat Yesus."

[Yusuf masuk dengan membawa kain; dia dan Yohanes memindahkan Yesus dari panggung diikuti oleh Maria; para prajurit memindahkan para penjahat.]

Narator:
"Dia mengambil mayat Yesus dan membungkus-Nya dengan kain lenan yang baru. Dengan para pengikut Yesus lainnya, dia membawa mayat itu dan menguburkannya di sebuah kubur yang masih baru yang digali dari bukit karang. Mereka menutup pintu masuknya dengan sebuah batu besar ketika Maria Magdalena dan Maria ibu Yusuf melihatnya."

[Suara isak tangis berangsur-angsur menghilang dan lampu dimatikan.]



Comments